Rabu, 18 Juni 2025

MENGENAL LEBIH DEKAT PERAN ORGANISASI KEROHANIAN DALAM PEMBINAAN MENTAL MAHASISWA

MENGENAL LEBIH DEKAT PERAN ORGANISASI KEROHANIAN DALAM PEMBINAAN MENTAL MAHASISWA
  By; Lidya Dahung, Ekylia Viat, Yustina Gumut, Maria Lira
Dalam dinamika pendidikan kehidupan kampus yang penuh dengan lika-liku perjuangan dan pendidikan, mahasiswa tidak hanya dituntut dalam bidang akademis saja tetapi juga memiliki mental dan spritualitas yang kuat bagi para mahasiswa dan mahasiswinya. Salah satu element penting yang turut mengambil alih bagi mental siswa adalah organisasi kerohanian. Organisasi kerohanian membentuk siswa dengan kegiata-kegiatan positif yang bergelud dalam dalam kegiatan positif seperti diskusi keagamaan, retret, dan kegiatan sosial sebagai pembinaan karakter dan mental mahasiswa. Keberadaan organisasi dalam kampus menjadi fundamental  kuat dalam kehidupan mental Mahasiswa dalam lingkungan kampus yang seimbang antara intelektual dan nilai moral.

Salah satu organisasi yang terdapat dalam kampus universitas nomor 1 di Ruteng yaitu, UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ST PAULUS RUTENG mimiliki salah satu organisasi kerhoanian yaitu, Holy Impac Ministry yang berperan aktif dalam kegiatan di kampus dan luar kampus. Holy Impact Ministry  telah berdiri dari  tahun 2022 , di kordinasi oleh ibu DRH. Yulia Nugraha. 
Pada wawancara yang dilakukan pada 11 Juni 2025 Ibu DRH. Nugraha menegaskan bahwa "Organisasi ini bukan hanya melibatkan mahasiswa yang beragama Katolik saja, namun terbuka untuk semua mahasiswa agama lain bisa ikut serta dalam kegiatan ini, meskipun sebagian kegiatannya lebih banyak ke Katolik kan. Holy impact ministry sendiri bertujuan untuk memberikan dampak positif terhadap orang lain. Kegiatan dalam organisasi ini bukan hanya sekedar kerohanian saja tetapi para mahasiswa dalam organisasi ini juga mengikuti kegiatan sosial seperti ke Panti Asuhan, PKM,  dan membuat kegiatan yang berguna bagi masyarakat diluar sana. "
Organisasi ini terbuka bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan minat dan bakat mereka, karna tidak ada  batasan.
"Organisasi ini sendiri bekerja sama dengan badan pelayanan nasional seperti evata, dan bekerja sama dengan badan pelayanan keuskupan karismatik, kevikepan, dan paroki -paroki. Tetapi setelahnya masih ada kegiatan lain yang bisa mahasiswa lain diluar agama Katolik bisa ikutikut", ujar DRH. Yulia Nugraha. 

Ibu DRH. Yulia Nugraha juga mengatakan "Holy Impact Ministry juga memiliki progam terhadap mahasiswa yang memiliki krisis mental dan spiritualitas yaitu, mereka dengan membangun suatu komunitas yang di dalamnya terdapat relasi yang saling percaya bahwa  semua anggota di dalamnya adalah saudara dan saudari kita. Yang dimna ketika kita memiliki masalah kita bisa cerita dengan teman tapi teman itu tidak boleh menceritakan dengan orang lain karna sudah terjadi relasi saling percaya dan saling mencari jalan keluar dari setiap masalah juga saling memberi suport. "
Holy impact ministry juga memberikan pembinaan rohani KRK, SHDR, Hidup baru dalam roh, dan juga jenjang iman. Organisasi ini juga  mengembangkan minat dan bmenyediakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menjadi seorang worship leader, bernyanyi lagu rohani di depan umat sambil berdoa, dan pemusik, serta pewarta. Pewarta yang dimaksud adalah bagaimana peran kita sebagai anak muda memberikan dampak positif bagi orang lain. Dari setiap kisah hidup yang meng inspirasi bagi orang lain dari setiap hidup kita. Organisasi ini sangat memberikan banyak manfaat bagi mahasiswanya.
Tak hanya itu salah satu ketua kerohanian dari Parodi Pendidikan Bahasa Inggris, yaitu Br. Armindo Melkianus Atok juga menyampaikan pendapatnyaa terkait organisasi kerohanian yang berperan aktif dalam nafas pendidikan kampus. 
Dalam wawancara yang dilakukan pada tanggal 12 Juni 2025, Br.Mindo selaku ketua kerohanian EDSA mengatakan." Peran utama organisasi kerohanian adalah sebagai wadah pembinaan karakter dan spiritualitas mahasiswa. Organisasi ini menjadi tempat bagi mahasiswa untuk memperkuat nilai-nilai moral, membentuk kedewasaan iman, serta menumbuhkan kepedulian sosial yang berlandaskan pada ajaran keagamaan" . "Br.Mindo menjelaskan pendapatnya terkait peran dari organisai kerohanian di kampus. Saat ditanyai mengenai apa saja kegiatan yang dilakukan oleh mahasiwa/ mahasiswi dalam organisasi kerohanian yang di ketuai olehnya bruder menjelaskan  beberapa kegiatan rutin yang sering merka lakukan yaitu doa pagi bersama, pendalaman iman mingguan ( misa prodi), seminar pengembangan diri, pelayanan sosial, serta retret tahunan. Kami juga memiliki program mentoring rohani untuk mahasiswa baru agar mereka bisa beradaptasi secara mental dan spiritual di lingkungan kampus katanya."
Br.Mindo juga memberikan pandangannya mengenai perubahan sifat dari setiap mahasiswa dalam mengikuti kegiatan kerohanian yaitu, perubahan yang paling terlihat adalah pada sikap dan cara berpikir mereka." Mahasiswa yang aktif cenderung lebih tenang, bertanggung jawab, dan mampu mengatasi tekanan akademik dengan lebih baik. Mereka juga menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap sesama, serta menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi" Ungkap Br Mindo. 

Dalam memimpin organisasi kerohanian di kampus, Br.Mindo juga mengungkapkan sifat apatis para mahasiswa dalam menjalankan organisasi di lingkup kampus. Tantangan terbesar adalah sikap apatis dan kesibukan akademik mahasiswa yang membuat partisipasi dalam kegiatan kerohanian menurun. Di era digital ini, banyak mahasiswa lebih tertarik pada hal-hal instan dan hiburan, sehingga kegiatan rohani dianggap kurang menarik atau tidak relevan, katanya.

Jika sifat apatis itu ada pada siswa bukan berarti para pembibing organisasi kerohanian hilang semangat dalam merangkul anggotanya, mereka memiliki cara yaitu dengan membuat kegiatan yang lebih kreatif dan relevan, seperti talk show inspiratif, podcast rohani, hingga kolaborasi dengan komunitas lain. Kami juga memperkuat pendekatan personal, mengajak mahasiswa secara langsung, dan menghadirkan figur-figur inspiratif untuk memberi kesaksian kehidupan yang menyentuh. Kata Br. Mindo.

Kegiatan kerohanian ditengah lingkungan pendidikan sangat berpengaruh bagi mental dan juga kehidupan mahasiswa. Dengan adanya kegiatan kerohanian tak hanya mental dan juga psikologi siswa yang diperbaharui tetapi juga pengalaman dan kebersamaan dalam nuansa kekeluargaan ditengah kesibukan akademik menjadikan penyemangat dalam mengangkat suatu beban atau masalah prihal kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya kegiatan positif ini diharapkan para mahasiswa selalu berperan aktif demimembentuk karakter dan juga menambah wawasannya.

Minggu, 15 Juni 2025

STOP MEMBANDINGKAN, MULAI MENDUKUNG: MENGUNGKAP TANTANGAN MENDIDIK ANAK DI ERA PERSAINGAN

Di era modern yang penuh persaingan, ekspektasi terhadap anak-anak pun meningkat drastis. Mereka dituntut selalu untuk meraih keberhasilan di berbagai bidang, mulai dari akademik, keterampilan sosial, hingga pencapaian dalam kegiatan non-akademik. Dalam situasi seperti ini, membandingkan anak dengan anak lain sering kali menjadi kebiasaan yang dianggap wajar, baik oleh orang tua, guru, maupun lingkungan sekitar. Tindakan ini biasanya dimaksudkan untuk memotivasi, tetapi perlu dipahami bahwa kebiasaan membandingkan bukanlah hal yang sepele. Ini bisa berdampak serius terhadap perkembangan psikologis anak, baik secara emosional maupun sosial, dan perlahan dapat mengikis kepercayaan dirinya serta membentuk persepsi negatif tentang nilai dirinya sendiri.

Kebiasaan membandingkan prestasi anak banyak ditemukan di lingkungan keluarga dan sekolah. Di sekolah, penekanan sering diberikan pada pencapaian akademik dan peringkat kelas, sementara perkembangan karakter serta potensi unik dari masing-masing anak kurang mendapat perhatian. Di dalam keluarga, anak kerap dibandingkan dengan saudara, sepupu, atau anak-anak lain di sekitar mereka. Meskipun tujuan dari perbandingan ini sering kali bersifat positif, kenyataannya justru bisa menimbulkan tekanan batin yang cukup berat bagi anak. Hal ini dapat membuat anak merasa bahwa dirinya tidak cukup baik, bahkan jika ia sudah berusaha keras.
Anak-anak yang terus-menerus hidup dalam bayang-bayang perbandingan akan mudah meragukan kemampuan diri sendiri. Mereka merasa tidak dicintai dengan tulus, kehilangan semangat untuk berkembang, dan takut mencoba hal baru karena khawatir akan gagal. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi kecemasan berlebih, rendahnya harga diri, dan keengganan untuk mengambil risiko. Selain itu, hubungan emosional antara orang tua dan anak bisa merenggang, terutama jika anak merasa bahwa kasih sayang orang tua hanya diberikan saat mereka berprestasi. Rasa cinta yang bersyarat ini bisa meninggalkan luka psikologis yang mendalam dan bertahan lama.

Untuk mencegah hal tersebut, orang tua perlu membangun pola pikir yang lebih bijak. Sudah saatnya berhenti membandingkan dan mulai menghargai keunikan setiap anak. Setiap anak memiliki karakter, minat, dan tahapan perkembangan yang berbeda, sehingga pendekatan mendidik pun harus disesuaikan. Orang tua perlu memberi apresiasi terhadap proses, ketekunan, dan kerja keras anak bukan hanya berfokus pada hasil akhir. Pengakuan terhadap usaha anak akan memberi dampak positif yang jauh lebih dalam dan bertahan lama.

Selain itu, penting bagi orang tua untuk membangun komunikasi yang terbuka dan penuh hangat. Anak perlu merasa aman untuk berbicara, mengekspresikan diri, dan tumbuh tanpa takut dihakimi. Dukungan emosional yang konsisten dari orang tua akan membuat anak merasa dihargai dan dicintai. Dengan begitu, anak akan memiliki rasa percaya diri yang kuat dalam menghadapi tantangan hidupnya. 

Setiap anak tidak butuh dibandingkan mereka hanya butuh dipahami dan didukung. Karena setiap anak tumbuh dengan cara dan waktu yang berbeda, tugas orang tua bukanlah membentuk anak menjadi seperti orang lain, melainkan membantu mereka menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. Dengan membangun hubungan yang hangat, memberi apresiasi atas usaha, dan memberikan dukungan emosional yang tulus, orang tua bisa menjadi tempat ternyaman bagi anak untuk tumbuh, belajar, dan menghadapi dunia dengan penuh keyakinan.

Minggu, 08 Juni 2025

Create Your Own Future

Knowledge Is Power
In this book, Brian Tracy invites us to realize one important thing in today's world, knowledge is the greatest power. We live in the information age, where anyone can learn anything and become an expert in any field-if they have the will. According to Tracy, successful people are not the ones who are the strongest or the richest from birth, but those who continue to learn, develop, and never stop improving themselves. She advises us to be "lifelong learners", whether it's by reading books, taking trainings, listening to podcasts, or learning from great people around us. 

The knowledge we gather little by little every day, when accumulated, will be a great asset to change our lives. Tracy says that if we want to succeed in any field, we have to be serious about mastering that field - and the way to do that is by learning. Not just theory, but also practice and evaluation. So, if we feel left behind, it's not because we're incapable, but maybe because we haven't learned enough. The point is, knowledge is not just "power" - it's the key to opening many doors of opportunity in the future.

I personally agree with what Brian Tracy said. Sometimes we feel like our lives are just going through the motions, or we're jealous of other people's achievements that seem to have come a long way. But if we're honest with ourselves, it often turns out that we haven't really taken the time to learn and grow. Many people think that learning is only until they graduate, when in fact, it's after that that the most important learning process begins. The world is constantly changing, and if we stop developing ourselves, we'll be left behind. I believe, as long as we consistently hone our skills-even if it's slowly-the results will show. It might not be big or visible to others right away, but it will have a real impact on the way we think, make decisions, and see opportunities. And the coolest thing is, when we have enough knowledge, we can help others too. It's not just about personal success, but also about being someone who can have a positive impact on others. I think that's a much more valuable form of success.




Selasa, 03 Juni 2025

Tetap Tenang Meski Hidup Lagi Berat

Akhir-akhir ini jika kamu merasa hidup seperti lautan yang terus dihantam badai banyak hal datang secara  bersamaan, tugas numpuk, tanggung jawab makin berat, dan kadang semuanya terasa terlalu banyak untuk ditanggung sendiri. Rasanya ingin menyerah, ingin diam sejenak dari semua kebisingan. Tapi percayalah, kamu tetap bisa melewatinya, pelan-pelan. Jangan takut sama ombaknya, walau sangat besar dan ribut, karena kamu adalah orang yang paling tahu bagaimana caranya mengendalikan hidupmu. Mungkin sekarang belum terlihat hasilnya, tapi langkah kecil yang kamu ambil hari ini adalah bentuk keberanian. Kamu kuat, kamu mampu, dan kamu bukan satu-satunya yang sedang berjuang. Jadi terus jalan, walau pelan—karena kamu adalah nakhoda terbaik untuk kapalmu sendiri.



Minggu, 18 Mei 2025

Speak To Win : How To Present With Power In Any Situation


Buku ini menjelasakan kepada kita tentang pentingnya kemampuan berbicara di depan publik, karena dengan kemampuan ini, kita dapat dengan mudah meraih keberhasilan, baik dalam karier maupun dalam kehidupan pribadi kita. Kemampuan berbicara bukanlah bakat alami yang dimiliki seseorang sejak lahir, melainkan keterampilan yang bisa kita peroleh melalui usaha dan latihan yang terus-menerus. Dari buku ini, saya juga mendapatkan beberapa wawasan yang berguna, yaitu bahwa berbicara dengan baik, tepat, dan jelas dapat meningkatkan rasa percaya diri kita, dihargai oleh orang lain, dan dipercaya untuk menangani hal-hal penting. Kita juga harus belajar dari pengalaman nyata yang diceritakan dalam buku ini, di mana disampaikan bahwa orang yang awalnya pemalu dapat berkembang menjadi pembicara yang luar biasa asalkan mereka berkomitmen untuk terus belajar dan bekerja keras demi mencapai kesuksesan.

Buku ini sangat memotivasi kita semua, karena secara keseluruhan, buku ini mengajarkan bahwa untuk menjadi pembicara yang hebat dan meraih kesuksesan, kita harus berusaha meninggalkan zona nyaman, terus belajar, dan yang terpenting adalah tidak takut akan kegagalan, karena di balik setiap kegagalan selalu ada peluang untuk meraih kesuksesan.

Senin, 05 Mei 2025

Update LOVE___Kini Aku Berhasil Mencintaimu karya Sayfullan


“Update LOVE: Kini Aku Berhasil Mencintaimu” karya Sayfullan adalah sebuah kisah cinta yang rumit , emosi mendalam, dan dinamika batin seorang wanita bernama Dayu Reswara. Sebagai wakil pemimpin Pemred dan noveli ternama yang sukses, tegas, dan ambisius di Jakarta, Dayu tengah menjalin hubungan serius dengan Rama, pria setia yang telah mendampinginya selama bertahun-tahun. Namun, kehidupan Dayu mulai terguncang ketika Dino cinta masa lalunya yang tak pernah ia lupakan  kembali muncul sebagai atasannya di tempat kerja. Hubungan mereka terjalin kembali, membangkitkan perasaan lama yang membuat Dayu merasa bimbang.

Dibawa oleh arus nostalgia dan godaan masa lalu, Dayu memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Rama demi memberikan kesempatan baru dengan Dino. Namun, seiring berjalannya waktu dan munculnya berbagai konflik, Dayu menyadari bahwa cinta sejati bukan hanya tentang gairah sesaat, melainkan tentang siapa yang mampu bertahan, saling memahami, dan selalu ada untuk satu sama lain. Saat kebenaran masa lalu terungkap, termasuk peranan Grey dalam keretakan hubungannya, Dayu mulai belajar untuk jujur pada dirinya sendiri. Di penghujung kisah, ia akhirnya memilih untuk kembali pada Rama pria yang dengan sabar mencintainya apa adanya.

Novel ini mengajak pembaca menyelami tema pengkhianatan, penyesalan, dan akhirnya penemuan cinta sejati. Sayullan berhasil menyusun kisah ini menjadi sebuah cermin yang menggambarkan bahwa terkadang kita perlu tersesat terlebih dahulu untuk benar-benar menemukan ke mana hati kita seharusnya pulang.

The Biggest Obstacle to Success

Dalam bab pertama berjudul “The Biggest Obstacle to Success”, Brian Tracy membuka pikiran kita dengan menyatakan bahwa musuh terbesar yang menghalangi kesuksesan bukanlah faktor eksternal, melainkan diri kita sendiri lebih spesifiknya, kurangnya disiplin diri. Kita sering kali tahu apa yang seharusnya dilakukan, namun sering kali menunda, mencari-cari alasan, atau terjebak dalam ketakutan dan kemalasan. Tracy mengungkapkan dengan tegas bahwa kesuksesan tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang pintar, beruntung, atau berbakat, tetapi bagi mereka yang mampu mengatasi diri sendiri dan tetap bertindak meskipun tidak ada dorongan untuk melakukannya. Disiplin bukanlah suatu belenggu—melainkan kunci untuk meraih kebebasan dan mencapai pencapaian yang luar biasa.

                             " Stay focused, go after your
                               dreams, and keep moving
                                     toward your goals.”



MENGENAL LEBIH DEKAT PERAN ORGANISASI KEROHANIAN DALAM PEMBINAAN MENTAL MAHASISWA

MENGENAL LEBIH DEKAT PERAN ORGANISASI KEROHANIAN DALAM PEMBINAAN MENTAL MAHASISWA   By; Lidya Dahung, Ekylia Viat, Yustina Gumut, Maria Lira...