Novel ini mengisahkan tentang perjalanan hidup pasangan suami istri, Calvin dan Alea yang mengalami sindrom sarang kosong atau tantangan emosional setelah anak tunggal mereka, Tiara pergi ke Inggris untuk melanjutkan studi. Kepergian anak tunggal mereka itu meninggalkan kesunyian dan kekosongan yang begitu besar dalam perjalanan hidup mereka. Alea mengalami kekosongan batin dan calvin mengalami gangguan kesehatan akibat tekanan psikologi.
Waktu terus berlalu dan kehidupan mereka tetap terus berjalan walaupun selalu diiringi oleh kesunyian. Supaya mereka tidak terus berlarut dalam kesunyian mereka memutuskan untuk merawat seorang anak yatim piatu bernama Sivia. Mereka dipertemukan dalam kegiatan sosial di sebuah asrama. Ternyata bukan cuma Calvin dan Alea saja yang merasa kesepian, tetapi hal itu juga dirasakan oleh seorang Sivia . Tapi sejak kehadiran calvin dan Alea, Sivia kembali menemukan kasih sayang kedua orang tuanya. Orang tua kandung Sivia meninggal karena kecelakaan pesawat.
Sebelum bertemu dengan Calvin dan Alea, Sivia tinggal di sebuah asrama. Diasrma Sivia tidak memiliki banyak teman. Sebagian besar penghuni asrama merundungnya karena dia berbeda, Sivia seorang anak perempuan yang cerdas dan cantik dan memiliki banyak kelebihan lainnya, dan hal tersebut yang membuat seisi asrama iri padanya.
Kehadiran Sivia dalam kehidupan Calvin dan Alea, mengikis kekosongan dihati mereka dan dapat membawa warna baru dalam kehidupan mereka. Selain merawat dan memperhatikan Sivia, calvin juga selalu memberi dukungan kepada keenam sahabatnya yang tertimpa banyak masalah. Calvin dan Alea bersahabat dengan orang-orang lintas usia, profesi, iman dan kelas sosial. Calvin selalu mendukung dan selalu membantu para sahabatnya dalam menyelesaikan masalah.
Novel ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pelajaran tentang arti cinta, keluarga, dan ketulusan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar