Buku "Reclaiming Conversation: The Power of Talk in a Digital Age" oleh Sherry Turkle mengingatkan kita akan pentingnya percakapan langsung di era teknologi yang dominan. Turkle bertanya apakah koneksi digital benar-benar mendekatkan kita. Ia mencatat adanya kecenderungan menjauh dari percakapan tatap muka, lebih memilih komunikasi lewat pesan teks atau media sosial. Padahal, percakapan langsung adalah tempat di mana empati dan hubungan yang lebih berarti tumbuh.
Dengan menggunakan metafora tiga kursi, Turkle menggambarkan peran kesendirian, persahabatan, dan masyarakat. Meskipun kita sering berada di sekitar orang lain, kita merasa kesepian karena perhatian kita terfokus pada layar. Ia tidak menolak teknologi, tetapi mengajak kita untuk menggunakannya dengan lebih sadar, menciptakan keseimbangan antara terhubung dan mempertahankan kedalaman hubungan. Kita merindukan bukan hanya koneksi, tapi juga kehadiran nyata.
2 komentar:
Kerennn
Luar biasa👍
Posting Komentar